Jakarta, 26 Januari 2026 — Ketua Program Studi Magister Peternakan Universitas Diponegoro Semarang, Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM, menghadiri Rapat Koordinasi Program Studi Mitra Beasiswa Patriot 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia di Jakarta.
Kegiatan ini diikuti oleh tujuh perguruan tinggi nasional mitra, yaitu Universitas Indonesia, IPB University, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Teknologi Sepuluh November. Rapat koordinasi bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum dan program studi mitra dengan kebutuhan pengembangan kawasan transmigrasi.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman Suryangara, menegaskan bahwa Beasiswa Patriot 2026 dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, bukan pencari kerja. Program ini merupakan bagian dari strategi pembangunan SDM di kawasan transmigrasi agar mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.
“Beasiswa Patriot bukan untuk pencari kerja, melainkan untuk para pencipta lapangan kerja. Kita membutuhkan SDM unggul yang mampu melihat potensi kawasan transmigrasi dan mengubahnya menjadi sumber penghidupan masyarakat,” ujar Menteri Transmigrasi saat membuka kegiatan.
Rapat koordinasi membahas kesesuaian program studi dengan tiga lokus utama Beasiswa Patriot, yaitu kawasan transmigrasi di Rempang, Mamuju, dan Salor, yang memiliki potensi besar di sektor industri, pertanian, kelautan, dan pertambangan. Direktur Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (PMT), Bondan Djati Utami, menjelaskan bahwa proses seleksi Beasiswa Patriot akan dilakukan secara ketat melalui dua tahap, yakni seleksi oleh perguruan tinggi mitra dan seleksi oleh Kementerian Transmigrasi, dengan mempertimbangkan aspek akademik, fisik, dan mental peserta.
Dukungan juga disampaikan oleh perguruan tinggi mitra. Kepala Program Studi Magister Peternakan Universitas Diponegoro Semarang, Cahya Setya Utama, menegaskan komitmen institusinya untuk mencetak lulusan yang mampu menginisiasi usaha dan membuka lapangan kerja di kawasan transmigrasi melalui kurikulum yang relevan dan aplikatif.
Melalui sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, Beasiswa Patriot 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi Patriot Transmigrasi yang menjadi motor penggerak pembangunan dan pengurang ketimpangan antar wilayah.
