Demak, Kamis, 4 Desember 2025 – Program Studi Magister Peternakan Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan kunjungan industri ke PT Charoen Pokphand Plan Demak, salah satu perusahaan pakan ternak terbesar di Indonesia, sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Industri Pakan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih dalam tentang industri pakan ternak dan memperkenalkan teknologi terbaru yang digunakan dalam proses produksi pakan ternak di PT Charoen Pokphand Plan Demak.

Kegiatan kunjungan diikuti oleh 10 mahasiswa Magister Peternakan dan 1 dosen pendamping. Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak PT Charoen Pokphand Plan Demak yang disampaikan oleh Bapak Ngadi Purwanta, dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Dr. Ir. Marry Christiyanto, MP, IPM selaku perwakilan dari Prodi Magister Peternakan Universitas Diponegoro Semarang, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Company Profile perusahaan melalui penayangan video profil dan presentasi materi produksi pakan oleh bapak Agus Trilaksono selaku head production PT Charoen Pokphand Plan Demak. Mahasiswa mendapatkan gambaran menyeluruh tentang sistem produksi, mulai dari penerimaan bahan baku, pencampuan bahan pakan, hingga pengemasan produk akhir yang siap didistribusikan.

Setelah sesi pemaparan materi, mahasiswa diajak untuk melakukan tour ke area produksi pakan ternak oleh beliau bapak Pranoto Adi. Di area ini, peserta bisa melihat secara langsung proses produksi pakan ternak dari proses penerimaan bahan baku hingga produksi pakan ternak. Pada tour lapangan tersebut mahasiswa juga diperkenalkan tentang penerapan teknologi pada seluruh lini produksi. Teknologi yang digunakan seperti mobile corn dryer, pemindai barcode truk pengangkut, moisture tester dan aflatoxin kit device, hydraulic tilt machine, teknologi pelleting dan packing yang sudah berbasis robotic.

Kunjungan industri ke PT Charoen Pokphand Plan Demak memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami, karena kami dapat melihat secara langsung bagaimana proses produksi pakan yang dilakukan secara modern dan dalam jumlah yang besar, mencapai 80.000 ton/bulan serta penerapan teknologi mulai dari peneriman bahan baku hingga menjadi produk akhir,” ujar Akhirudien, mahasiswa Magister Peternakan.