Dua mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) membuktikan bahwa semangat belajar dan kolaborasi lintas disiplin ilmu bisa melahirkan prestasi gemilang di kancah internasional. Hafids Haryonno dan Sultan Naufal Haruni, perwakilan Komunitas Beasiswa Unggulan Undip, berhasil meraih Juara 3 Musabaqoh Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (MKTIQ) dalam ajang Kreasi Inovasi Siswa dan Mahasiswa (KISWAH) II 2025, kompetisi bergengsi yang diikuti peserta dari berbagai negara.
KISWAH merupakan event tahunan yang digelar oleh RISE (Rabbani International Synergy for Education) bersama HIMA PAI Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, bertujuan mencetak generasi Muslim yang unggul dan berdampak global. Tahun ini, kompetisi mengusung tema “Empowering a Visionary Islamic Generation to Lead with Excellence and Global Impact”, dengan lima cabang lomba, mulai dari MTQ, MKTIQ, hingga Cipta Puisi Islami.
Meski berlatar belakang non-studi Islam, Hafids dan Sultan sukses mencuri perhatian dewan juri dengan karya tulis ilmiah yang mengangkat implementasi QS. Ar-Ra’d ayat 28 dalam konteks kekinian. “Alhamdulillah, ini bukti bahwa Al-Qur’an bisa dipelajari dan diaplikasikan oleh siapa pun, terlepas dari latar belakang akademik,” ujar Hafids.
Kolaborasi Lintas Disiplin, Kunci Kesuksesan
Sultan menambahkan, prestasi ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Komunitas Beasiswa Unggulan Undip yang memfasilitasi pengembangan potensi mahasiswa. “Kami berharap ini memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkarya, meski di luar bidang studinya,” katanya.
Dr. Ahmad Fauzi, dosen pembimbing tim, mengapresiasi pencapaian ini sebagai bukti bahwa semangat multidisiplin mampu melahirkan inovasi bermakna. “Ini sejalan dengan visi Undip untuk menciptakan lulusan yang unggul di tingkat global,” tegasnya.
