Kecepatan mendapatkan pekerjaan, besaran gaji atau pendapatan yang diterima serta kesesuaian antara bidang studi yang ditempuh dengan bidang pekerjaan yang digeluti merupakan beberapa komponen penting yang menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) sebuah perguruan tinggi. Bagi program studi di perguruan tinggi, komponen-komponen tersebut harus menjadi perhatian khusus karena dapat menjadi bahan evaluasi proses pembelajaran yang sedang dijalankan oleh program studi tersebut. Saat ini, perguruan tinggi di Indonesia biasa melakukan tracer study terhadap alumni atau lulusan terutama bagi alumni yang dua tahun terakhir lulus.
Secara definitif, tracer study merupakan pelacakan jejak lulusan atau alumni yang dilakukan kepada alumni setelah lulus. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan tinggi ke dunia kerja. Selain untuk mengetahui outcome pendidikan, tracer study dapat pula sebagai metode yang digunakan oleh beberapa perguruan tinggi untuk memperoleh umpan balik dari alumni. Umpan balik ini sangat bermanfaat bagi program studi atau perguruan tinggi tersebut sebagai bahan evaluasi untuk lebih mengembangkan sistem pembelajaran yang ada di program studi tersebut.
Universitas Diponegoro baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan “Workshop Penguatan Tracer Study” selama dua hari di Hotel Grand Mercure Solo Baru. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 15-17 Juni 2023 tersebut diikuti oleh Ketua Program Studi di lingkungan Universitas Diponegoro, termasuk Ketua Program Studi Magister Ilmu Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP. Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor UNDIP Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNDIP mengharapkan semua Ketua Program Studi di UNDIP dapat melakukan tracer terhadap alumninya sehingga diketahui seberapa lama alumni tersebut mendapatkan pekerjaan, besaran pendapatan yang diterima serta kesesuaian bidang studi dengan bidang pekerjaan yang digeluti oleh lulusan tersebut.
