Secara harfiah, leadership atau kepemimpinan merupakan keterampilan atau suatu fungsi manajemen untuk mempengaruhi, memotivasi, atau mengarahkan orang lain untuk melakukan hal-hal demi mencapai tujuan tertentu. Dalam sebuah organisasi (pemerintahan ataupun bisnis/ perusahaan), leadership sangat penting untuk mengarahkan dan melakukan koordinasi kepada semua anggota organisasi atau orang yang terlibat dalam organisasi agar tujuan organisasi tersebut dapat tercapai dengan baik.
Untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin bisnis/perusahaan yang handal dan tangguh di masa depan, Charoen Pokphand Group (CP) yang berpusat di Thailand mendirikan sebuah institusi yang dinamakan Charoen Pokphand Leadership Institute (CPLI). CPLI tidak hanya bertugas melakukan recruitment lulusan-lulusan dari universitas terbaik, namun juga mendidik dan mengembangkan talenta-talenta tersebut sehingga menjadi pemimpin-pemimpin bisnis yang handal di masa mendatang.
Pada 7 Maret 2023, Kaprodi S2 Magister Ilmu Ternak Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP berkesempatan mengunjungi dan menghadiri pemaparan mengenai berbagai program yang dijalankan oleh CPLI di Thailand. Acara tersebut disupport oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia melalui program yang dinamakan Charoen Pokphand Best Student Appreciation (CPBSA) Batch 4. Beberapa hal terkait kepemimpinan dalam perusahaan berskala global menjadi perhatian khusus dalam paparan tersebut. Terdapat tiga hal yang harus ditanamkan ke dalam masing-masing individu mahasiswa agar kelak dikemudian hari dapat menjadi pemimpin yang tangguh. Ketiga hal tersebut meliputi management skill, attitude dan DNA of leadership. Management skill merupakan kemampuan yang mencakup hal-hal seperti perencanaan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, komunikasi, pendelegasian, dan manajemen waktu. Attitude merupakan sikap, perilaku, atau tingkah laku seseorang dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang disertai dengan kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap tersebut. DNA of leadership atau sense of leadership merupakan “kode” yang harus dipahami oleh setiap pemimpin, yang meliputi personal profiency (kesiapan diri untuk menjadi seorang pemimpin), human capital developer (pemimpin dituntut mengetahui siapa yang berada di atasnya, yang menopang organisasinya sehingga bisa terus berjalan), talent manager (pemimpin harus tahu mitra kerjanya sehingga dapat menyamakan visi organisasi), strategist (pemimpin harus tahu akan dibawa ke mana organisasi yang dipimpin), dan executor (pengambil keputusan bijak yang akan memastikan arah organisasi yang dipimpin).
Berpijak dari kebutuhan dan kriteria calon-calon pemimpin muda yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut di atas, maka peran universitas dalam menyiapkan calon-calon pemimpin di masa mendatang menjadi hal yang sangat krusial. Pengembangan kurikulum di perguruan tinggi yang dapat membekali lulusan dengan management skill, attitude dan DNA of leadership yang memadai menjadi hal yang harus dilakukan. Mahasiswa juga harus didorong untuk mengembangkan jiwa kepemimpinannya melalui organisasi-organisasi kemahasiswaan yang ada di lingkungan program studi, fakultas, maupun universitas. Fakultas atau universitas juga harus memberikan fasilitas-fasilitas penunjang yang memadai sehingga aktivitas kemahasiswaan di kampus menjadi lebih bergairah.
